Melalui initial flow test pada Minggu (31/5/2026), PEP Zona 4 mencatat potensi produksi minyak sumur tersebut mencapai 1.658 BOPD dan gas 1,453 MMSCFD. Pengeboran GNK-113 merupakan sumur infill dari pengembangan lanjutan di area Gunung Kemala. Keberhasilan ini membuka peluang pengembangan lapangan Gunung Kemala di area bagian utara pada kompartemen sektor III dan step out bagian timur.
“Capaian pada Sumur TLJ-261 dan GNK-113 semakin memperkuat keyakinan kami terhadap potensi pengembangan lanjutan (new area development) di area Talang Jimar maupun Gunung Kemala. Pada 2027 mendatang, PEP Zona 4 berencana melanjutkan pengeboran sumur dengan metode step out/interfield maupun infill sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi reservoir di wilayah tersebut,” ujar Sr. Manager SSDP PEP Zona 4 Reza Nur Ardianto.
Keberhasilan pengeboran sumur migas untuk mendukung ketahanan energi nasional tak hanya berkat kinerja Pertamina EP Zona 4, namun juga berkat dukungan pemerintah setempat dan masyarakat. Karenanya, setiap pengeboran dilakukan sosialisasi.
