“Tema ini menegaskan tiga hal utama: pariwisata berkelanjutan yang menjaga lingkungan dan memberi manfaat ekonomi; seni dan ekonomi kreatif sebagai identitas budaya; serta inovasi industri sebagai kunci daya saing global,” ujarnya.
Lebih lanjut, politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Dekopinwil Jawa Tengah dan pengurus KADIN ini memaparkan bahwa Jepara memiliki posisi strategis untuk mendukung prioritas daerah. Mulai dari penguatan konektivitas infrastruktur, pengembangan ekosistem pendidikan dan inovasi, digitalisasi layanan publik, hingga penguatan sektor unggulan seperti pariwisata, UMKM, dan industri kreatif.
“Kita telah memiliki berbagai program unggulan, seperti desa wisata aktif, UMKM naik kelas, festival ukir, hingga desa digital. Kami juga terus memperjuangkan seni ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO,” tegasnya.
Di sisi lain, Unisnu Jepara menyatakan komitmennya untuk menjadi katalisator dalam ekosistem ini. Kampus siap menjembatani ide dengan aksi, riset dengan implementasi, serta pendidikan dengan dampak nyata bagi masyarakat, demi terwujudnya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (Zulia)
