“Melalui program ini, kami ingin menumbuhkan budaya tertib lalu lintas sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban. Kami juga membedah peran strategis Duta Lalu Lintas sebagai pelopor keselamatan bagi rekan sejawat mereka,” ujar AKP Ferri Zulfian.
Selain itu, sosialisasi mengenai program Polisi Cilik (Pocil) juga menjadi sorotan. Program ini dinilai krusial untuk membentuk mentalitas disiplin dan ketaatan aturan pada anak-anak sejak usia sekolah dasar.
Efektivitas Media Radio
AKP Ferri menambahkan bahwa pemilihan media radio masih sangat relevan di era digital. Radio dinilai mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat hingga ke pelosok, sekaligus memberikan ruang diskusi dua arah yang hangat antara kepolisian dan warga.
“Pemanfaatan media ini sangat efektif karena bersifat personal dan interaktif. Masyarakat bisa langsung bertanya atau memberikan masukan terkait kondisi lalu lintas di lapangan,” tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung selama satu jam tersebut berjalan aman dan kondusif. Melalui inisiatif ini, Polres OKU berharap angka pelanggaran di jalan raya dapat ditekan seiring dengan meningkatnya partisipasi aktif warga dalam menjaga ketertiban di wilayah Kabupaten OKU.(ml)
