Apresiasi tinggi turut datang dari Ketua Dekranasda Jateng, Ibu Hj. Nawal Arafah Yasin, M.Si. Ia menyambut baik inisiatif BPD ASEPHI Jateng dalam membangun ekosistem ekspor yang kokoh bagi industri kreatif daerah. Menurutnya, kolaborasi solid antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha merupakan kunci utama untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperluas akses ke pasar internasional.
Pada momen yang sama, BPD ASEPHI Jawa Tengah juga menyosialisasikan Pameran INACRAFT Oktober 2026. Sebagai salah satu pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, INACRAFT menjadi ajang strategis bagi daerah untuk memamerkan produk-produk unggulannya langsung di hadapan buyer domestik maupun mancanegara.
Melalui agenda ini, ASEPHI Jawa Tengah berharap semakin banyak pelaku usaha kerajinan yang siap “naik kelas”, memperluas jejaring bisnis, dan menjadikan ekspor sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi usaha mereka.
Mewakili Badan Pengurus Pusat (BPP) ASEPHI, Wakil Ketua Umum III Bidang Pengembangan Youth Craft dan Digital, H. Muchammad Aly Jufry, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempertegas posisi Jawa Tengah sebagai salah satu sentra industri kerajinan unggulan Indonesia yang berdaya saing global.
