Untuk menanggapi hal ini, APM berencana menggelar aksi demonstrasi ke kantor kedua perusahaan dalam waktu dekat. Tujuan aksi tersebut adalah mendesak penyempurnaan sistem rekrutmen agar lebih terbuka dan adil.
“Kami tidak ingin masyarakat lokal hanya menjadi pihak luar dalam proses di daerah sendiri. Rekrutmen harus transparan, terbuka, dan bebas dari kepentingan tertentu. Jika tidak ada perubahan, aksi akan kami lakukan,” tegasnya.
Selain itu, APM juga meminta pihak terkait – termasuk Disnaker Prabumulih – untuk memperkuat pengawasan terhadap proses penerimaan tenaga kerja, agar mencegah praktik yang bisa merugikan masyarakat lokal.
Sampai saat berita ini dibuat, pihak PT PDC dan PT PDSI belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan tersebut.(kenzo)
