Selain doa bersama, acara juga mencakup doa lintas harapan dan pesan kebangsaan tentang persatuan serta gotong royong di tengah bencana.
Banjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak 25 November 2025 dipicu hujan deras akibat sistem siklon tropis di sekitar Selat Malaka dan Laut Sulu. Ribuan rumah terendam, akses terputus, dan ratusan ribu warga mengungsi. Meskipun bantuan telah disalurkan, beberapa daerah masih terisolasi dan membutuhkan makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Melalui acara ini, PAN berharap solidaritas nasional tetap terjaga. Yudi menekankan bahwa penanganan bencana membutuhkan peran seluruh masyarakat, dan mengajak untuk memperkuat gotong royong. Kegiatan ini menjadi simbol harapan dan kepedulian di tengah duka, dengan harapan Indonesia dapat melewati ujian dan menuju masa depan yang lebih aman.(***)
