Pemerintah Pusat melalui BGN RI mengalokasikan anggaran sebesar Rp71 triliun untuk pembangunan 32.000 dapur sehat di seluruh Indonesia. Setiap dapur dirancang untuk melayani 4.000 siswa dan akan dikelola secara profesional dengan pengawasan mutu yang ketat. Lokasi dapur juga harus memenuhi syarat teknis dan higienis tertentu untuk menjamin kualitas makanan yang disajikan.
Kuswanto turut mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap penipuan berkedok penghubung proyek dapur sehat. Ia menyarankan warga agar berkonsultasi langsung dengan BGN RI dan tidak menggunakan jasa perantara yang tidak resmi. “Sudah banyak masyarakat yang dirugikan karena percaya pada oknum yang mengaku sebagai penghubung proyek. Mereka kehilangan uang dalam jumlah besar. Kami mengimbau agar semua proses dilakukan secara resmi melalui jalur yang telah ditentukan,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Kuswanto berharap masyarakat mendukung penuh program ini agar target nasional dapat tercapai tepat waktu. “Dapur sehat bukan hanya bangunan, tapi fondasi masa depan generasi bangsa yang sehat dan cerdas,” pungkasnya.
(sus)
