JEPARA, transnewss.com – Di balik tembok Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara, semangat untuk memperbaiki diri terus tumbuh melalui pembinaan spiritual dan penghormatan terhadap perbedaan. Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan pengajian bagi warga binaan beragama Islam dan kebaktian bagi warga binaan beragama Kristen. Keduanya menjadi bentuk nyata pemenuhan hak keagamaan sekaligus upaya merawat toleransi di lingkungan pemasyarakatan.
Bagi warga binaan, kegiatan keagamaan bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan ruang untuk menenangkan hati, memperkuat keimanan, dan menumbuhkan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Melalui pengajian, warga binaan beragama Islam memperdalam pemahaman agama dan nilai-nilai kebaikan, sedangkan kebaktian memberikan kesempatan bagi warga binaan beragama Kristen untuk memperkuat iman melalui doa dan perenungan rohani.
Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, menegaskan bahwa setiap warga binaan memiliki hak yang sama untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya.
