“Kami berkomitmen memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh warga binaan untuk menjalankan ibadah dan memperoleh pembinaan spiritual. Perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk hidup berdampingan secara damai, saling menghormati, dan menjaga kerukunan,” tegasnya.
Pelaksanaan pengajian dan kebaktian menjadi bukti bahwa toleransi diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata. Dengan memberikan ruang beribadah yang setara, Rutan Jepara berupaya menciptakan lingkungan yang harmonis, menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.
Melalui pembinaan spiritual yang berkelanjutan, Rutan Kelas IIB Jepara berharap warga binaan tidak hanya semakin kuat dalam keimanan, tetapi juga memiliki bekal moral saat kembali ke tengah masyarakat. Pembinaan kerohanian dan penghormatan terhadap keberagaman menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis, inklusif, dan bermartabat.
Sumber : rill humas
