“Sebenarnya ruas ini sudah bisa dilalui, namun memang masih ada kendala teknis yang menyulitkan pengguna jalan,” imbuhnya.
Ia pun mematok target optimistis bahwa dalam kurun tiga hingga enam bulan ke depan, ruas tol tersebut sudah bisa difungsikan secara maksimal. “Saya berharap sekitar bulan November pembangunan ruas tol ini dapat diselesaikan seluruhnya,” kata mantan Bupati Lahat tersebut.
Cik Ujang juga mengingatkan agar proses pembebasan lahan dilakukan secara transparan dan tepat sasaran. Ia meminta agar masalah klasik terkait Hak Guna Usaha (HGU) dan sertifikat hak milik segera dituntaskan agar tidak dimanfaatkan oleh oknum yang mencari keuntungan pribadi.
Selain ruas Betung–Tempino, Wagub Sumsel juga memberikan catatan pada rencana pembangunan tol ruas Prabumulih–Muara Enim–Lahat–Lubuklinggau–Bengkulu. Ia berharap pemerintah pusat mulai mencicil proses pembebasan lahan meski konstruksi fisik belum dimulai.
“Kalaupun pembangunannya belum dimulai, setidaknya pembebasan lahannya sudah dipersiapkan dari sekarang agar proyek strategis nasional ini tidak terus mengalami keterlambatan,” pungkasnya.
