Peringati Hari Ukir Nasional, Yayasan Pelestari Ukir Akan Gelar Lomba Ukir

Namun R.A.Kartini tidak berhenti. Keindahan seni ukir Jepara terus dipromosikan melalui tulisan-tulisannya di berbagai surat kabar Belanda. Ia juga memasukkan motif-motif ukir baru sesuai dengan permintaan konsumen.

Setelah seni ukir berhasil dikembangkan oleh R.A. Kartini, maka banyak warga Jepara yang berminat untuk menekuni seni ukir. Karena itu pada tanggal 1 Juli 1929, Pemerintah Hindia Belanda mendirikan Openbare Ambachsshool atau Sekolah Pertukangan dengan jurusan Mebel Ukir.

Baca Juga :  Panitia KBSS Prabumulih Audiensi ke Ketua DPRD, Siap Gelar Pertemuan Terbesar Pecinta Vespa se-Sumatera

Sekolah ini bertujuan untuk menyiapkan tenaga-tenaga kerja terampil agar dapat meningkatkan kualitas seni ukir, baik bentuk, konstruksi maupun motif dan ragam hias ukir di Indonesia.

Bahkan Sekolah tersebut ditingkatkan menjadi STM setelah Presiden Soekarno mengunjungi Openbare Ambachsshool yang setelah kemerdekaan berubah menjadi Sekolah Teknik Negeri dan kemudian menjadi Sekolah Menengah Industri Kerajinan Negeri dan berubah menjadi SMKN 2 Jepara.

Baca Juga :  Dinkes Jepara Gelar Rapat Koordinasi Peningkatan Kapasitas Manajemen Jejaring Pelayanan Primer

Karena peran besar RA.Kartini dalam pengembangan seni ukir Jepara, maka penetapan Hari Ukir Nasional Jepara diambil dari momentum saat R.A. Kartini melakukan pameran Nationale Tentoonstelling vorr Vrouwnarbeid atau Pameran Karya Perempuan di Den Haag Belanda bulan Juli hingga September 1898.
(sus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *