Peringati Hari Ukir Nasional, Yayasan Pelestari Ukir Akan Gelar Lomba Ukir

Karya R.A. Kartini dan adiknya, R.A Kardinah dan Roekmini mampu menarik perhatian Ratu Wilhelmina. Bahkan surat R.A Kartini kepada Ratu dibacakan oleh ketua panitia, Ny. Lucardie. Kejadian ini ditulis dalam surat kabar De Roterdamse Courant pada tanggal 30 Agustus 1898.

Keikutsertaan dan keberhasilan R.A. Kartini dan dua adiknya dalam pameran ini merupakan awal mereka dikenal sebagai putri bangsawan yang memiliki minat dan kemampuan dalam mengembangan kerajinan.

Baca Juga :  Sinergi Penegakan Hukum Berkelanjutan, PN Jepara Laksanakan Wasmat di Rutan Jepara

Apalagi setelah sukses mengikuti pameran, R.A. Kartini kemudian mendirikan usaha pengembangan seni ukir. Tujuannya untuk mensejahterakan perajin dan mengembangan seni ukir. Di bawah bimbingan seniman ukir Singowiryo, bengkel kerja R.A Kartini cepat berkembang.

Bahkan kemudian pada tahun 1899 R.A. Kartini bisa bekerjasama dengan Oest en West, sebuah lembaga perdagangan Belanda yang bertujuan untuk mengembangkan dan memasarkan hasil kerajinan masyarakat bumiputera.

Baca Juga :  Upaya Ciptakan Suasana Kondusif, Ka.KPR Rutan Jepara Imbau Warga Binaan Taati Aturan

Bengkel R.A. Kartini kemudian mendapatkan banyak pesanan dari Oest en West hingga seni ukir mulai masuk ke pasar internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *