Sapta bahkan turun langsung memberikan layanan perizinan kepada masyarakat, membantu pelaku UMKM dalam proses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan konsultasi legalitas usaha di lokasi kegiatan.
“Pelayanan perizinan yang bersifat ‘jemput bola’ ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara Pemkot Prabumulih dan Pemprov Sumsel dalam menghadirkan kemudahan bagi masyarakat,” ujar Sapta.
Menurutnya, melalui pendekatan langsung ini, masyarakat dapat memperoleh layanan perizinan tanpa harus datang ke kantor dinas, sehingga lebih efisien dan tepat sasaran. Ia juga menyebut, “Capaian 5,02 persen dalam pelayanan perizinan ini merupakan kontribusi nyata dalam mendorong perekonomian di Prabumulih dan secara lebih luas di tingkat nasional.”
Sapta berterima kasih karena Prabumulih menjadi salah satu dari 12 titik pelayanan perizinan Laksan-Sapa di Sumatera Selatan, menunjukkan komitmen bersama dalam percepatan layanan publik. Ia berharap kemudahan perizinan ini akan memicu inovasi masyarakat dalam berusaha dan mendorong pembangunan ekonomi Kota Prabumulih.
