“Halal Bihalal adalah momen yang tepat untuk saling memaafkan di antara kita. Mungkin selama berinteraksi dalam pekerjaan maupun di luar kedinasan, terdapat hal-hal yang kurang berkenan,” ujar Nurcholis.
Lebih lanjut, Nurcholis berharap tradisi ini dapat menghilangkan segala bentuk perselisihan dan dosa antar sesama. Beliau juga mengajak seluruh karyawan untuk menjadikan momentum bulan Syawal sebagai pendorong semangat dalam meningkatkan kualitas diri dan kinerja.
“Mengambil semangat bulan Syawal yang berarti peningkatan, mari kita jadikan ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri dan kinerja kita,” imbuhnya.
Nurcholis juga menyoroti makna Halal Bihalal sebagai pengingat akan pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama manusia yang mungkin merenggang akibat kesibukan masing-masing.
“Kita harus kembali sadar dan saling memaafkan sebelum memulai hari-hari kerja yang baru,” tegasnya.
Beliau menambahkan bahwa dalam perspektif Islam, etos kerja yang baik dilandasi oleh semangat beribadah kepada Allah SWT. Dengan demikian, bekerja tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan duniawi, tetapi juga merupakan wujud pengabdian.
