Selanjutnya pada hari Kamis 3 Oktober 2024 dilaksanakan rembug tan di ruang pertemuan Kalurahan Srikayangan dengan menghadirkan perwakilan dari setiap kelompok tani anggota Gapoktan Sumber Makmur Srikayangan, Sementara dari petugas yang hadir Balai Proteksi Tanaman Pertanian DPKP DIY, POPT Kabupaten Kulon Progo, POPT Kapanewon Sentolo, Penyuluh Pertanian Pendamping dan pemeritah Kaluraha Srikayangan.
Petugas Balai Proteksi Tanaman Pertanian DPKP DIY menjelaskan terkait OPT janda pirang, pengendali, dan saran perbaikan budidaya. Penampakan serangan janda pirang pada tanaman bawang merah yaitu dalam waktu relative cepat daun tanaman bawang merah layu mengering sehingga tampak seperti rambut pirang. Serangan tersebut disebabkan dari virus yang dibawa hama trhips atau sering disebut gurem. Hama ini populasi berkembang dengan pesat pada cuaca yang panas,sementara saat ini sudah lama tidak kunjung hujan. Hama trips kurang menyukai lingkungan yang lembab, sehingga disarankan untuk menyiram pada malam hari supaya terjaga kelembapan pada siang sore hari. Selain itu disarankan pada saat olah tanah di musim yang akan datang untuk menambah bahan organic dan gunakan umbi yang sehat untuk dijadikan bibit karena virus janda pirang ini menginfeksi pada umbinya. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan bahwa serangan janda pirang sudah diambang ekonomi maka dilakukan upaya pengedalian menekan populasi hama trips menggunakan insektisida kimia yang di fasilitasi dari Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo dan BPTP DPKP DIY.
