Kronologi: Saksi mata, Ujang Kemis (53), melihat api sudah membesar di bagian depan gedung. Warga sempat terkendala pagar sekolah yang terkunci, namun akhirnya berhasil menjebol akses untuk memadamkan api dengan alat seadanya sebelum tim BPBD tiba melakukan pendinginan.
Dampak: Kerusakan parah terjadi pada plafon, jendela, dan perangkat elektronik sekolah.
Penyebab & Kerugian: Kebakaran diduga akibat korsleting listrik dengan total kerugian mencapai Rp40 juta.
Respons Pihak Berwajib
Aparat kepolisian dari Polres Prabumulih bersama unit INAFIS telah melakukan olah TKP di kedua lokasi dan memasang garis polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Dua kejadian dalam satu malam ini merupakan peringatan serius. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penggunaan api terbuka dan rutin mengecek instalasi listrik guna mencegah kejadian serupa,” tegas Kapolsek Prabumulih Barat.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di kedua lokasi telah dinyatakan kondusif. BPBD dan kepolisian tetap melakukan pemantauan intensif guna memastikan keamanan lingkungan bagi warga sekitar.(kenzo)
