“Sedangkan hingga September 2024 sekitar 78.460 ton, atau ada peningkatan kurang lebih Rp403 miliar dibandingkan transaksi tahun 2023,” terangnya.
Ditambahkan, saat ini terdapat 77 Unit Pengolahan Ikan (UPI) di Jawa Tengah yang berorientasi ekspor. Sementara itu, 8.521 UPI berorientasi pada pasar lokal. UPI besar sebagian besar tersebar di Pantai Utara Jateng, meliputi Tegal, Batang, Pekalongan, Semarang, Pati, hingga Rembang, dan sebagian kecil di Cilacap.
Komoditas produk ikan asal Jateng yang banyak diminati konsumen luar negeri, antara rajungan lain dengan tujuan utama Amerika Serikat. Selain itu udang vaname, cumi-cumi, ikan layur, ikan kakap, serta surimi atau lumatan daging ikan sebagai bahan pembuatan nuget, bakso ikan, serta menu olahan ikan lainnya dengan negara tujuan Jepang, Vietnam, dan Thailand. (***)
