Keberhasilan ini juga tidak lepas dari implementasi Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) atau CSR. Setiap wilayah kerja memiliki program unggulan yang dirancang khusus untuk tumbuh bersama masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam.
Fokus pengelolaan limbah menjadi nilai tambah ekonomi menjadi benang merah di beberapa wilayah. Di Prabumulih, program SIKOK SELINGKAR mengubah sampah plastik menjadi wadah penampung getah karet. Sementara di Ogan Komering, program GEMA MAGENTA mengolah sampah organik menjadi pakan ternak, pupuk, hingga pelet biomassa.
Di Limau Field, inovasi Biobachar melalui Rumah Kreatif Boek Khaman memanfaatkan limbah anyaman bambu menjadi arang aktif untuk penyaringan air limbah batik.
Di sisi lain, Adera Field dan Ramba Field menghadirkan solusi adaptasi perubahan iklim. Program PERMATA di Adera memberdayakan petani menghadapi cuaca ekstrem, sedangkan PUSAKA KELUANG di Ramba mengembangkan sistem pertanian ramah iklim.
Konservasi juga menjadi perhatian utama di Pendopo Field melalui program GEMILANG PLUS yang mengembalikan kesuburan tanah, serta di Raja Tempirai Field dengan konsep desa ekowisata zero waste melalui program BENING.
