Pengembangan sumur ini merupakan bagian dari skema Final Investment Decision (FID) wilayah Tanjung Miring Barat dan Karangan Timur. Teknis pengeboran dilakukan oleh tim Subsurface Development Area 2 berbasis pada interpretasi data seismic 3D Kalyca.
Senior Manager Subsurface Development and Planning, Reza Nur Ardianto, menambahkan bahwa keberhasilan ini menjadi modal penting untuk eksplorasi selanjutnya. “Kami merencanakan pengeboran dua sumur serupa di area yang sama pada tahun 2027 guna mengoptimalkan potensi cadangan yang ada,” jelasnya.
Keberhasilan operasi ini juga tidak lepas dari dukungan dan sinergi yang baik dengan pemerintah daerah serta masyarakat setempat. Sebelum pelaksanaan, telah dilakukan sosialisasi pada 6 Januari 2026 yang dihadiri oleh perwakilan warga dan Kepala Desa setempat. Melalui kolaborasi ini, diharapkan operasional dapat berjalan lancar, aman, dan bebas dari pungutan liar maupun tuntutan di luar regulasi.
Sebagai wujud tanggung jawab perusahaan, seluruh tahapan pekerjaan senantiasa mengedepankan standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) demi menjaga keselamatan pekerja dan kelestarian lingkungan.
