Untuk Menguatkan Pondasi Mushalla Guna dalam Membangun Akhlak dan Moral Masyarakat dimulai dari Anak-Anak

Fuad, Sekjend Ikatan Keluarga Alumni Sunan Kalijaga (IKASUKA) DPC Kabupaten Jepara ,memberikan contoh minimnya pembangunan dibeberapa musala yang hanya sebatas perbaikan sehingga kurang maksimal. Kendala sepinya anak anak yang memanfaatkan musala diantaranya kekolotan orang tua. Anak anak perlu kebahagiaan dalam menikmati musala sehingga dipandang perlu melengkapi fasilitas yang disukai anak anak. Perlu menciptakan daya tarik bagi anak anak seperti tempat bermain sehingga mereka senang.

Baca Juga :  Polres Prabumulih Ringkus Terduga Pengedar Sabu di Bedeng Arimbi Jaya, 19 Paket Siap Edar Disita

Sample permasalahan pengelolaan musala lebih sering dihubungankan dengan kesejahtaraan, seperti guru ngaji, merbot. Kemudian kesulitan berikutnya adalah memenuhi fasikitas kelengkapan seperti tempat wudlu, toilet. Kondisi minimnya anggaran juga sangat memperngaruhi pengembangan fisik musala. Diharapkan kesulitan ini dapat tersampaikan kepada pemerintah daerah yang merupakan stakeholder. IKasuka Jepara pernah menginisiasi program mushalla bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Jepara pada tahun 2022.

Baca Juga :  Pererat Kebersamaan, Petugas dan Warga Binaan Rutan Jepara Bersihkan Area Pemasyarakatan

Hal senada disampaikan oleh Asnaf, perwakilan Direksi PT. Jepara Beton Jaya terkait kesepakatan bersama FKM dan Perusahaan yang masih sebatas wacana atau suam suam kuku. Asnaf menyoalkan arah tujuan adanya musala harus jelas. Dirinya meminta apa yang disepakati dapat dijalankan secara serius sehingga membawa manfaat secara maksimal kepada jama’ah mushalla dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *