Sementara KH. Adib Khoiruzzaman (Gus Adib) menyampaikan pandangannya terkait fungsi mushalla, selama anak anak masih mau melakukan salat maka masih bisa diarahkan. Bahkan senakal apapun jika orang tua mampu mengarahkan anak anak mau salat maka masih ada peluang untuk berubah.
Gus Adib mengamati, mushalla semakin lama semakin sepi. Musala tidak hanya untuk melakukan salat saja tetapi bisa untuk mengarahkan kearah kebaikan kebaikan yang ada di masyarakat. Gus Adib menyadari banyaknya anak anak yang mempunyai kegiatan sekolah seperti les dan sabagainya menjadi salah satu kendala sepinya musala.
Dirinya merasa terbeban untuk meningkatkan fungsi musala bagi pengembangan mental dan akhlak bagi anak anak. Menurut Gus Adib, adanya musala berjalan merupakan langkah yang positif untuk mengembangkan kesadaran dalam menjalin silaturahmi. Pengelolaan mushalla yang menarik bagi jamaah perlu pendobrak kebiasaan lama seperti mengonci pintu sehingga masyarakat yang ingin melakukan salat terhambat.
Faza Ersyada, penggiat mushalla di Bulungan Pakisaji berharap hasil diskusi terkait penguatan posisi mushalla di masyarakat dapat disepakati dan diamalkan bersama sama sehingga keberadaan mushala dapat lebih maksimal kemanfaatannya bagi kepentingan umat.
