Menurut Cik Ujang, NTB dipilih sebagai tujuan studi karena dinilai memiliki praktik manajemen perizinan yang matang. “Kami ingin belajar langsung cara pengelolaan dan pelayanan IPR agar pertambangan di Sumsel bisa legal, aman, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa aspek keselamatan kerja dan pelestarian lingkungan tidak boleh terabaikan dalam pengelolaan tambang, agar hasilnya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk sinergi antar-daerah yang positif. Ia juga mengundang rombongan Sumsel untuk kembali berkunjung pada Oktober mendatang, bertepatan dengan gelaran balap MotoGP Mandalika yang akan berlangsung 9–11 Oktober 2026. ***
