“Panen terong ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang kami jalankan tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat. Kami berharap ilmu yang mereka peroleh selama mengikuti program ini dapat menjadi bekal untuk hidup lebih mandiri dan produktif setelah kembali ke tengah masyarakat,” ujar Benny.
Nantinya, seluruh hasil panen terong ini akan dialokasikan untuk menyuplai kebutuhan dapur rutan. Langkah ini sekaligus menjadi bukti optimalisasi pemanfaatan lahan yang tersedia agar mampu menghasilkan komoditas pangan yang bernilai guna.
Melalui program ketahanan pangan berbasis pertanian ini, Rutan Jepara berkomitmen penuh mendukung implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Program ini diharapkan tidak hanya mewujudkan swasembada pangan di internal rutan, tetapi juga mencetak eks-warga binaan yang siap berkontribusi positif dan mandiri secara ekonomi saat kembali ke masyarakat.
