MUI Imbau Masyarakat Pilih Pemimpin yang Berintegritas, Tidak Terima Suap dan Politik Dinasti

Nasional106 Dilihat

Jakarta, transnewss.com – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan tausiyah kebangsaan menjelang Pilkada Serentak pada 27 November 2024. Tausiyah ini menekankan pentingnya memilih pemimpin yang amanah dan berintegritas serta menghindari praktik-praktik yang dilarang oleh syariat seperti politik uang dan kecurangan.

Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh menyampaikan memilih pemimpin (nashbu al-imam) dalam Islam adalah kewajiban untuk menegakkan kepemimpinan (imamah) dan pemerintahan (imarah) dalam rangka menjaga keberlangsungan agama dan kehidupan bersama (hirasatu ad-din wa siyasatu ad-dunya).

“Oleh karena itu keterlibatan umat Islam dalam pemilihan kepala daerah hukumnya wajib,” kata Asrorun dalam keterangannya, Jumat (22/1/2024).

Selanjutnya, Umat Islam yang terlibat dalam proses pemilihan kepala daerah berpegang pada beberapa ketentuan.

“Pilihan didasarkan atas keimanan, ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kejujuran, amanah, kompetensi, dan integritas. Bebas dari suap, politik uang, kecurangan, korupsi , oligarki, dinasti politik, dan hal-hal yang terlarang secara syar’i,” bebernya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *