Suasana acara terasa sangat meriah dan khidmat, didukung oleh alunan gamelan yang syahdu dan suara sinden yang merdu, membuat masyarakat tampak larut menikmati setiap adegan yang dimainkan.
Simbol Kebijaksanaan dan Persatuan
Dalam sambutannya, Lurah Ahmad Solichin menjelaskan bahwa tradisi Sedekah Bumi atau “Kabumi” ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dan keselamatan.
“Kabumi ini adalah wujud syukur kita kepada Sang Pencipta. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk melestarikan kesenian dan budaya agar tetap hidup di tengah masyarakat,” jelas Ahmad Solichin.
Ia berharap tradisi ini senantiasa menjadi perekat persatuan di tengah masyarakat.
“Melalui Kabumi, kami ingin menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong. Ini adalah kekuatan utama masyarakat Kelurahan Panggang,” imbuhnya.
Lebih dalam, Lurah Panggang menyoroti makna filosofis dari lakon “Dewa Ruci” yang dimainkan malam itu. Tokoh Dewa Ruci digambarkan sebagai simbol kebijaksanaan yang mampu menuntun para pemimpin menuju kebaikan dan keadilan.
