Pria yang pernah menjabat Kabag Hukum Pemkot Prabumulih ini mengatakan langkah tersebut sebagai salah satu upaya untuk mengurangi pengangguran di kota Prabumulih dan agar para peserta yang telah dilatih tidak menganggur.
“Alhamdulillah sudah ada tiga perusahaan yang menerima alumni pelatihan di Disnaker, 2 masuk PT BMA, 10 orang masuk di PT Subus Sedayu Maju dan 3 orang di PT Mekatama Jaya. Rata-rata tenaga dibutuhkan di Prabumulih tenaga manufacture bubut, las dan otomotif,” bebernya.
Ditanya sudah beberapa banyak HRD dilakukan pemanggilan, suami anggota DPRD Prabumulih Hj Nurlisna ini mengatakan sejauh ini sudah sebanyak 25 perusahaan dari total sekitar 400 perusahaan yang ada di kota Prabumulih.
“Jadi kita mengundang mereka itu sesuai dengan UU nomor 7 dan Kepres nomor 4 setiap perusahaan itu kalau melakukan perekrutan pegawai wajib lapor ke dinas tenaga kerja, apalagi kemarin juga ada kasus orang tak bertanggung jawab mengatasnamakan perusahaan merekrut pegawai tapi ternyata penipuan,” bebernya.
