Danau Shuji: Dari Tempat Pembuangan Menuju Desa Wisata yang Menginspirasi

Sumsel355 Dilihat

Dampak Ekonomi dan Sosial

Keberadaan Danau Shuji kini telah menyerap sekitar 30 tenaga kerja lokal sebagai pengawas dan pelayan, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. Selain itu, kehadiran wisatawan juga turut menggerakkan ekonomi UMKM setempat, khususnya penjualan kerupuk, opak, dan kemplang khas Desa Lembak yang dijual di sepanjang akses jalan menuju danau.

Baca Juga :  Sertijab Kepala TVRI Sumsel, Wagub Cik Ujang Tegaskan Pentingnya Kolaborasi dan Adaptasi Digital

Bob Permana menyampaikan rasa syukurnya atas transformasi yang terjadi.

“Kami tidak pernah membayangkan tempat yang dulu kumuh dan menjadi lokasi pembuangan sampah kini bisa menjadi tujuan wisata yang memberi manfaat bagi masyarakat. Yang terpenting bagi kami adalah lingkungan menjadi lebih bersih, pemuda memiliki kegiatan yang positif, dan masyarakat bisa memperoleh tambahan penghasilan,” ujar Bob.

Baca Juga :  Lima Hari Operasi Sikat I Musi 2026, Polda Sumsel Ungkap 322 Kasus Kejahatan dan Amankan 314 Tersangka

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa keuntungan dari pengelolaan wisata juga disalurkan untuk kepentingan sosial, seperti bantuan ke masjid dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.