Danau Shuji: Dari Tempat Pembuangan Menuju Desa Wisata yang Menginspirasi

Sumsel190 Dilihat

Dampak Ekonomi dan Sosial

Keberadaan Danau Shuji kini telah menyerap sekitar 30 tenaga kerja lokal sebagai pengawas dan pelayan, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. Selain itu, kehadiran wisatawan juga turut menggerakkan ekonomi UMKM setempat, khususnya penjualan kerupuk, opak, dan kemplang khas Desa Lembak yang dijual di sepanjang akses jalan menuju danau.

Baca Juga :  Mandiri Ampera Tourism Run 2026: Sinergi Olahraga, Pariwisata, dan Pemberdayaan Ekonomi Daerah

Bob Permana menyampaikan rasa syukurnya atas transformasi yang terjadi.

“Kami tidak pernah membayangkan tempat yang dulu kumuh dan menjadi lokasi pembuangan sampah kini bisa menjadi tujuan wisata yang memberi manfaat bagi masyarakat. Yang terpenting bagi kami adalah lingkungan menjadi lebih bersih, pemuda memiliki kegiatan yang positif, dan masyarakat bisa memperoleh tambahan penghasilan,” ujar Bob.

Baca Juga :  Inovasi HUT Bhayangkara Ke-80: Ismaniar Sabet Gelar Anggota Terfavorit Polres Musi Rawas 2026

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa keuntungan dari pengelolaan wisata juga disalurkan untuk kepentingan sosial, seperti bantuan ke masjid dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.