Danau Shuji: Dari Tempat Pembuangan Menuju Desa Wisata yang Menginspirasi

Sumsel32 Dilihat

Dampak Ekonomi dan Sosial

Keberadaan Danau Shuji kini telah menyerap sekitar 30 tenaga kerja lokal sebagai pengawas dan pelayan, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. Selain itu, kehadiran wisatawan juga turut menggerakkan ekonomi UMKM setempat, khususnya penjualan kerupuk, opak, dan kemplang khas Desa Lembak yang dijual di sepanjang akses jalan menuju danau.

Baca Juga :  Peringati HUT ke-80 Sumsel, Gubernur dan Wagub Ajak Semua Pihak Bersatu Bangun Daerah Lebih Tangguh dan Maju Lebih Cepat

Bob Permana menyampaikan rasa syukurnya atas transformasi yang terjadi.

“Kami tidak pernah membayangkan tempat yang dulu kumuh dan menjadi lokasi pembuangan sampah kini bisa menjadi tujuan wisata yang memberi manfaat bagi masyarakat. Yang terpenting bagi kami adalah lingkungan menjadi lebih bersih, pemuda memiliki kegiatan yang positif, dan masyarakat bisa memperoleh tambahan penghasilan,” ujar Bob.

Baca Juga :  Usung Tema Mandiri Pangan, Jamda IX Pramuka Sumsel Resmi Digelar di Bumi Perkemahan Gandus

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa keuntungan dari pengelolaan wisata juga disalurkan untuk kepentingan sosial, seperti bantuan ke masjid dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.