Prabumulih, Transnewss.com – 4 Maret 2026 – Fluktuasi harga bahan pangan menjadi perhatian bagi banyak kaum ibu di Kota Prabumulih, salah satunya Tri Ningsih dari Kelurahan Patih Galung. Untuk memenuhi kebutuhan dapur keluarga, ia biasanya harus mengeluarkan Rp200 ribu hingga Rp300 ribu setiap minggu untuk belanja di pasar.
Ide untuk memanfaatkan lahan pekarangan yang selama ini tidak terpakai pun muncul di benaknya. Ia mulai membersihkan ilalang dan menanami sayuran serta umbi-umbian, namun hasilnya belum maksimal akibat keterbatasan pengetahuan bertani.
Pada saat yang sama, Pertamina EP Prabumulih Field milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 menjalankan program MUDA BERSAMA (Perempuan Berdaya, Bersama Kelola Sampah) yang mendukung upaya kemandirian pangan. Program ini menyediakan berbagai pelatihan, antara lain pembuatan pupuk dari limbah rumah tangga, pengetahuan tentang tanaman obat keluarga (TOGA) untuk ramuan herbal/jamu, serta teknik pemasaran.
Sebagai Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Kemuning, Tri Ningsih mengajak tiga puluh perempuan di komunitasnya untuk mengikuti program tersebut. Mereka belajar membuat pupuk organik dari limbah seperti sisa sayur, air cucian beras, dan bahan kompos lainnya.
