Setelah FMS terkapar akibat luka serius di punggungnya, teman-temannya berusaha membawanya ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong dan FMS dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan.
Tragedi ini tak hanya mengakhiri nyawa seorang remaja, tetapi juga menguak betapa kekerasan di kalangan pelajar semakin mengkhawatirkan, terutama dengan adanya siaran langsung di media sosial yang disaksikan oleh banyak orang.
Rekaman langsung duel maut ini segera menyebar luas di berbagai platform media sosial, menambah kehebohan dan perhatian publik. Banyak yang mengecam tindakan brutal ini, terutama mengingat usia muda para pelaku dan korban yang masih duduk di bangku SMP.
Setelah insiden ini, petugas dari Polsek Caringin langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Mengingat para pelaku masih berusia di bawah umur, penanganan kasus ini kemudian dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sukabumi. Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif duel tersebut, termasuk peran media sosial dalam memfasilitasi terjadinya kekerasan ini.
