Tanpa pikir panjang, RR menerima tantangan tersebut, dan mereka sepakat untuk bertemu di lokasi yang sudah ditentukan pada Kamis malam (10/10/2024), sekitar pukul 21.00 WIB.
Namun, FMS tidak datang sendirian. Dia mengajak rekannya, ADR (15), warga Kampung Pangkalan. Di sisi lain, RR juga membawa temannya, RAY (18), warga Kampung Talaga. Empat pelajar ini kemudian berhadapan di tempat yang telah disepakati, masing-masing bersenjata tajam.
Perkelahian yang semula direncanakan sebagai duel satu lawan satu berubah menjadi pertempuran antara dua kelompok. FMS dan ADR melawan RR dan RAY, dengan masing-masing kelompok membawa senjata berbahaya. FMS dan ADR dipersenjatai celurit, sementara RAY melengkapi diri dengan sebilah belati.
Pertempuran yang berlangsung beberapa menit tersebut dengan cepat berubah menjadi tragedi. Dalam serangan yang terjadi, RR berhasil melukai FMS dengan celurit di bagian punggungnya, membuat remaja itu terjatuh seketika.
Sementara itu, ADR mengalami luka ringan akibat sabetan belati yang dilayangkan RAY ke punggung dan sikunya. Melihat situasi semakin memburuk, kedua kelompok akhirnya menghentikan perkelahian.
