Meskipun media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, kasus ini memperlihatkan betapa berbahayanya jika platform tersebut digunakan untuk hal-hal yang destruktif.
“Penting bagi semua pihak untuk lebih waspada terhadap konten yang dikonsumsi anak-anak di media sosial dan memastikan bahwa mereka tidak terlibat dalam aktivitas yang berbahaya,” tambah Kapolres.
Tragedi di Sukabumi ini menambah panjang daftar kasus kekerasan remaja yang terjadi akibat interaksi di media sosial. Para pakar sosial dan psikologi mendesak agar pihak berwenang, sekolah, dan keluarga memperkuat peran mereka dalam memberikan edukasi dan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya dalam penggunaan media sosial. Dengan langkah preventif dan pendidikan yang tepat, diharapkan kasus-kasus serupa tidak lagi terulang di masa mendatang.(***)
