Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, menegaskan bahwa pihak kepolisian akan menindaklanjuti kasus ini dengan serius, mengingat adanya korban jiwa dan penggunaan senjata tajam oleh anak-anak di bawah umur.
“Saat ini kami masih mendalami motif di balik duel maut ini. Kami juga sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan penanganan yang tepat kepada para pelaku mengingat mereka masih anak-anak,” jelasnya.
Kasus ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Indonesia, di mana konflik antarremaja diselesaikan dengan kekerasan, bahkan hingga menimbulkan korban jiwa.
Para ahli menduga, fenomena ini semakin marak akibat pengaruh negatif dari media sosial yang memberikan ruang bagi remaja untuk mengekspresikan amarah mereka secara publik tanpa kontrol.
Banyak pihak menyerukan agar orangtua, sekolah, dan masyarakat luas lebih memperhatikan perilaku anak-anak dan remaja.
“Kita harus bersama-sama memantau aktivitas anak-anak di media sosial dan memberikan pendidikan tentang bahaya kekerasan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali,” kata salah satu pengamat pendidikan.
