Di sisi lain, Zona 4 menerapkan metode pengeboran terpadu di Lapangan Benuang, Adera Field, Sumatra Selatan. Metode ini terbukti efisien dalam memangkas biaya sekaligus meningkatkan hasil produksi. Sejak beroperasi pada 2 September 2025, capaian produksi melampaui harapan, mencapai 3.388 BOPD pada awal Oktober 2025 atau hampir tiga kali lipat dari target awal, dengan rata-rata harian mencapai 1.552 BOPD.
Berbagai inovasi tersebut turut mendukung pencapaian keseluruhan. Sepanjang 2025, kontribusi PHR Regional 1 Sumatra mencapai lebih dari 30% dari total produksi nasional, menempatkannya sebagai salah satu penyumbang terbesar. Zona Rokan tetap menjadi andalan dengan menjaga stabilitas produksi, sementara Zona 1 dan Zona 4 terus menunjukkan peningkatan berkat optimalisasi sumur dan penerapan teknologi baru.
Berbagai penghargaan juga berhasil diraih. Di Zona Rokan, penerapan teknologi ASP terbukti efektif meningkatkan perolehan minyak dan mendapatkan apresiasi dari SKK Migas karena mampu melampaui target produksi. Zona 1 mengembangkan sistem pemantauan digital yang meningkatkan efisiensi operasional dan dinobatkan sebagai inovasi digital terbaik di lingkungan Pertamina. Sementara itu, Zona 4 menerima penghargaan keselamatan kerja tingkat nasional berkat kinerja unggul dalam kegiatan pengeboran dan perawatan sumur.
