Kata Yoyoh, dia baru 4 tahun menjadi pemandi jenazah atau bilal mayit perempuan. Sejak suaminya meninggal dunia. Sebelumnya, dia juga sambil mengajar mengaji. ”Saya belum pernah umrah, karena itu saya mengajak untuk terus bersujud kepada Allah Swt. Terima kasih Pak Kapolda, Ibu Kapolda, Alhamdulillah,” ucapnya lagi.
Diketahui acara bakti sosial dan bakti kesehatan HKGB ke-72 kemarin, yang mendapat hadiah umrah lainnya dari profesi pemandi jenazah, Susmi, Harun Ujang, David, dan Anisa. ”Kalau saya sudah 5 tahun menjadi pemandi jenazah. Belum pernah umrah juga,” ucap Susmi, warga Plaju.
Sedangkan Anisa (60), sudah sejak tahun 2015 menjadi pemandi jenazah. Dia juga belum pernah umrah. Sementara David (21), masih berstatus mahasiswa. “Saya pemandi jenazah, juga sekaligus marbot di Masjid Nurul Iman, Sekip. Saya juga belum pernah umrah,” tuturnya.
Dari kelima pemandi jenazah yang beruntung itu, Harun Ujang (50) yang paling lama. Sudah 24 tahun menjadi bilal mayit. “Saya menjalani pekerjaan ini dengan ikhlas, untuk mendapatkan pahala,” ucap Harun, yang sebelumnya bekerja sebagai buruh bangunan.
