Kemudian, Kapolda dan istri juga kembali mengambil 5 kupon umrah gratis, bagi penggali kubur. Masing-masing yang beruntung, Edi (45) yang sudah 5 tahun menjadi penggali kubur. Lalu, Bugin (52) sudah 10 tahun penggali kubur, Darsono (54), sudah 3 tahun, Maskur (50) sudah 6 tahun.
Namun untuk nomor berikutnya, Kapolda Andi Rian sampai 3 kali mengambil kuponnya. Nomor 0182, 0103, dan 0151, tidak ada orangnya sehingga dianggap hangus. Baru yang keempat kalinya nomor 0231, muncullah Zulkarnain.
”Alhamdulillah, rezeki dak kemano. Masih dapat di kito inilah. Tapi sudah sempat kecil hati, tinggal 1 nomor lagi,” tutur Zulkarnain (45), kepada Sumatera Ekspres. Warga Kelurahan Lawang Kidul itu, sudah 5 tahun menjadi penggali kubur.
Sebelumnya, dia berprofesi buruh panggul. Namun karena perusahaannya tutup, dia pun kehilangan pekerjaan. ”Terima kasih Pak Kapolda dan Ibu. Kami semua ini belum pernah umrah, darimana uangnya dari menggali kubur. Selain pahala yang kami harapkan,” katanya.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi SIK MH sebagai Pembina Bhayangkari Daerah Sumsel, mengatakan khusus penerima manfaat baksos kali ini, menyentuh profesi yang disebutnya paripurna. Yaitu penggali kubur dan pemandi jenazah. ”Selama ini belum pernah di Polda Sumsel, Alhamdulillah hari ini bisa kita hadirkan,” ucap Andi Rian.
