“Seni ukir adalah identitas dan urat nadi ekonomi Jepara. Memasukkan keterampilan ukir ke madrasah pada Tahun Pelajaran 2026/2027 adalah langkah strategis menyelamatkan kearifan lokal kita. Terkait pengelolaan sampah, madrasah harus menjadi pelopor pelestarian lingkungan agar anak-anak peka terhadap kebersihan sejak dini,” pungkasnya.
Kemenag Jepara Siap Wujudkan Lingkungan Kondusif dan Edukasi Lingkungan
Sementara itu, Kepala Kemenag Jepara, H. Akhsan Muhyiddin, SE., MM, menyampaikan bahwa nota kesepakatan ini menjadi fondasi penting bagi seluruh lembaga pendidikan di bawah Kemenag untuk menghadirkan suasana belajar yang aman dan bebas dari rasa takut.
Menurut H. Akhsan, lingkungan pendidikan yang kondusif adalah syarat utama agar peserta didik dapat belajar optimal, melejitkan potensi diri, serta membentuk akhlak mulia sebagai bekal masa depan.
Terkait program lingkungan, ia juga berharap sinergi ini dapat memberikan dampak nyata pada internalisasi siswa. “Dalam hal pengelolaan sampah, semoga bisa terwujud tata kelola sampah yang benar dan berkelanjutan di lingkungan madrasah,” harap H. Akhsan.(zulia)
