Kemenag Jepara Gandeng Pemkab Sepakati Pencegahan Kekerasan dan Luncurkan Kurikulum Ukir di Madrasah

Berita, Jawa Tengah239 Dilihat

Bupati Jepara: Sekolah dan Pesantren Harus Jadi Tempat Paling Aman

Dalam sambutannya, Bupati Jepara Witiarso Utomo memberikan apresiasi tinggi atas sinergi yang dibangun bersama Kemenag Jepara dalam memperkuat perlindungan anak. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan anak-anak mendapatkan hak pendidikan yang bebas dari kekerasan.

Baca Juga :  Perkuat Sinergi Pemasyarakatan, Kabid PK dan Pengentasan Anak Kanwil Jawa Tengah Sambangi Rutan Jepara

“Sekolah, madrasah, maupun pondok pesantren harus menjadi tempat yang paling aman bagi anak-anak untuk belajar, menuntut ilmu, dan membangun karakter. Karena itu, seluruh elemen pendidikan diminta bersama-sama mencegah penyalahgunaan relasi kuasa yang berpotensi menimbulkan trauma dan merusak masa depan generasi muda,” tegas Witiarso.

Bupati menambahkan bahwa ancaman nyata seperti perundungan (bullying), kekerasan fisik, kekerasan seksual, diskriminasi, hingga Kekerasan Berbasis Gender Online (KGBO) harus ditolak keras di lingkungan pendidikan Jepara.

Baca Juga :  Dukung Reintegrasi Sosial, Rutan Jepara dan Bapas Pati Gelar Asesmen Narapidana NAPZA Berbasis Ketahanan Pangan

Di samping itu, Bupati juga mengapresiasi inovasi Kemenag yang menyisipkan sosialisasi Kurikulum Seni Ukir dan Pengelolaan Sampah dalam kegiatan ini.