Kemenag Jepara Gandeng Pemkab Sepakati Pencegahan Kekerasan dan Luncurkan Kurikulum Ukir di Madrasah

Berita, Jawa Tengah11 Dilihat

Bupati Jepara: Sekolah dan Pesantren Harus Jadi Tempat Paling Aman

Dalam sambutannya, Bupati Jepara Witiarso Utomo memberikan apresiasi tinggi atas sinergi yang dibangun bersama Kemenag Jepara dalam memperkuat perlindungan anak. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan anak-anak mendapatkan hak pendidikan yang bebas dari kekerasan.

Baca Juga :  Gelapkan Dua Motor Saudara Kandung untuk Bayar Utang, Pria di Prabumulih Diciduk Polisi

“Sekolah, madrasah, maupun pondok pesantren harus menjadi tempat yang paling aman bagi anak-anak untuk belajar, menuntut ilmu, dan membangun karakter. Karena itu, seluruh elemen pendidikan diminta bersama-sama mencegah penyalahgunaan relasi kuasa yang berpotensi menimbulkan trauma dan merusak masa depan generasi muda,” tegas Witiarso.

Bupati menambahkan bahwa ancaman nyata seperti perundungan (bullying), kekerasan fisik, kekerasan seksual, diskriminasi, hingga Kekerasan Berbasis Gender Online (KGBO) harus ditolak keras di lingkungan pendidikan Jepara.

Baca Juga :  Perkuat Mentalitas, Warga Binaan Rutan Jepara Perdalam Kemampuan Baca-Tulis Al-Qur’an

Di samping itu, Bupati juga mengapresiasi inovasi Kemenag yang menyisipkan sosialisasi Kurikulum Seni Ukir dan Pengelolaan Sampah dalam kegiatan ini.