Acara dibuka secara khidmat dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Jepara, dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Mun’in.
Dalam sambutannya, Bupati Jepara, H. Abdul Wachid, dan perwakilan BPJPH menekankan pentingnya program ini. Mereka menyatakan bahwa kegiatan ini sangat strategis tidak hanya untuk mempercepat implementasi kebijakan Wajib Halal 2026, tetapi juga krusial bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Jepara memiliki potensi ekonomi yang besar, mulai dari industri pengolahan, UMKM, perikanan, hingga ekonomi kreatif. Maka penguatan ekosistem halal menjadi sangat relevan untuk meningkatkan daya saing daerah,” ujar mereka.
Sementara itu, Khoirul Anam dalam kesempatannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan semua pihak, khususnya kepada Bupati Jepara Witiarso Utomo dan H. Abdul Wachid yang telah hadir menyerap aspirasi masyarakat.
Menurutnya, dukungan terhadap sertifikasi halal ini sejalan dengan visi “Jepara Mulus” (Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius). Hal ini terbukti memberikan kontribusi positif terhadap indikator ekonomi daerah, di mana pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan signifikan dari 4,22 persen menjadi 5,91 persen, serta diiringi dengan penurunan angka kemiskinan.
