Lurah di Prabumulih Resah, Dugaan Arogansi Wartawan Abal-abal Tuai Sorotan PWI dan SMSI

Berita, Prabumulih18 Dilihat

Menanggapi adanya keluhan seorang lurah terkait dugaan tindakan arogansi oknum wartawan saat melakukan peliputan di wilayahnya, Ketua PWI Kota Prabumulih Ronald Artas mengajak semua pihak untuk menyikapi persoalan tersebut secara bijak dan mengedepankan komunikasi yang baik.

Menurut Ronald, setiap persoalan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas jurnalistik perlu dilihat secara objektif dengan mendengarkan keterangan dari seluruh pihak yang terlibat.

Baca Juga :  Rotasi Jabatan Polres Prabumulih: Kompol Idham Haris Resmi Wakapolres, 4 Posisi Utama Berganti

“Kita menyayangkan apabila terjadi persoalan antara wartawan dengan pihak kelurahan maupun perangkat RT. Namun, kita juga perlu melihat persoalan ini secara berimbang dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum mengetahui kronologi serta keterangan dari kedua belah pihak,” ujar Ronald.

Ia menegaskan, wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik harus berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik, menjaga sikap profesional, serta menghormati narasumber dan pihak-pihak yang ditemui selama proses peliputan.

Baca Juga :  Hadiri Syukuran Paguyuban Satlinmas Jepara, Ketua DPRD Serap Aspirasi Kesejahteraan

Menurutnya, kegiatan jurnalistik memiliki aturan dan etika yang harus dipahami setiap wartawan, termasuk dalam melakukan konfirmasi maupun menggali informasi di lapangan.