Lurah di Prabumulih Resah, Dugaan Arogansi Wartawan Abal-abal Tuai Sorotan PWI dan SMSI

Berita, Prabumulih20 Dilihat

Ia juga mengimbau masyarakat maupun pihak pemerintahan untuk memastikan identitas dan media tempat wartawan bekerja ketika menerima kunjungan atau permintaan konfirmasi.

“Jika ada persoalan dalam pelaksanaan tugas jurnalistik, mari diselesaikan dengan kepala dingin. Pihak yang merasa dirugikan dapat menyampaikan keberatan atau klarifikasi melalui mekanisme yang sesuai. Yang terpenting, jangan sampai persoalan antara oknum dan pihak tertentu kemudian menimbulkan pandangan negatif terhadap seluruh wartawan,” pungkas Ronal.

Baca Juga :  Semarak HUT RI ke-81: Warga Binaan Rutan Jepara Ikuti Lomba Tradisional

Senada yang disampaikan oleh ketua organisasi Srikat Media Saiber Indonesia (SMSI) Prabumulih Hardoko S, menjadi seorang jurnalis atau wartawan tidaklah mudah, selain Identitas wawasan juga harus luas dan menguasai materi.

“Kalau Lurahnya sudah bilang oknum wartawan arogansi, berarti kode jurnalis ketika liputan tidak dipakai, bahkan ia sendiri tidak paham dengan aturan seorang jurnalis,” ungkapnya.

Baca Juga :  Perkuat Citra Positif Institusi, Rutan Jepara Inspeksi Kerapian Atribut Pegawai

Lanjutnya, Masih kata pria disapa akrab Doko ini, narasumber sebelum wawancara dimulai wajib tahu identitas wartawan tersebut, baik dari organisasi, dan tanda pengenal lainnya.