Keracunan massal yang menimpa jemaah pengajian tersebut terjadi setelah mereka mengonsumsi paket makanan yang dibagikan seusai acara Maulid Nabi. Gejala yang dialami para korban antara lain mual, muntah, dan pusing. Beberapa di antaranya bahkan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Warga Desa Krecek, Siti (40), salah satu korban keracunan, mengaku tidak menyangka bahwa paket makanan yang diterima dari acara tersebut berbahaya.
“Awalnya kami senang dapat makanan gratis, tapi setelah makan, banyak yang langsung mual dan muntah,” ungkapnya. Peristiwa ini menimbulkan trauma mendalam bagi para jemaah yang hadir.
Proses penyidikan kasus ini berlangsung cepat. Polisi segera menindaklanjuti laporan warga dan melakukan penggerebekan di gudang milik An.
Dalam penggerebekan tersebut, ditemukan ratusan dus makanan dan minuman kadaluarsa yang siap diedarkan. Tindakan An dianggap sangat membahayakan kesehatan masyarakat, terutama karena melibatkan acara keagamaan yang seharusnya membawa kebaikan.
