“Hari Bhayangkara bukan hanya milik institusi Polri, tetapi juga milik seluruh elemen masyarakat. Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab kita bersama. Melalui momentum ini, kami ingin merefleksikan kembali komitmen untuk senantiasa melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dengan penuh ketulusan hati,” demikian kutipan sambutan Kapolda Jateng yang dibacakan Wakapolda.
Dalam sambutan tersebut Wakapolda juga mengingatkan bahwa rasa aman merupakan hak setiap warga negara. Di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, khususnya dalam kehidupan beragama, tantangan seperti intoleransi, konflik sosial, maupun gangguan kamtibmas lainnya perlu dihadapi secara bersama-sama melalui semangat persatuan dan gotong royong.
Suasana khidmat semakin terasa saat doa dipanjatkan secara bergantian oleh para tokoh dari enam agama. Prof. Dr. Imam Yahya, M.Ag. selaku Ketua FKUB Provinsi Jawa Tengah memimpin doa secara Islam. Doa agama Kristen dibacakan oleh Pdt. Yosua Wardaya, S.Th., Sr. Krista Yustina Susilawati, SDP. membaca doa dari agama Katolik, Drs. I Dewa Made Artasya, M.Pd.H. dari agama Hindu, Tanto Soegito Harsono dari Buddha, serta WS. Andi Gunawan, S.T. dari Konghucu. Keberagaman yang menyatu dalam satu ruangan dan satu harapan tersebut menjadi gambaran nyata kuatnya nilai toleransi dan kerukunan yang selama ini terpelihara di tengah masyarakat Jawa Tengah.
