Ia juga mengingatkan bahwa Sumatera Selatan lahir dari warisan sejarah besar, mulai dari kejayaan Kerajaan Sriwijaya hingga semangat perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Nilai-nilai sejarah tersebut, lanjutnya, harus menjadi inspirasi dalam membangun Sumsel yang maju, tangguh, dan berkelanjutan.
“Sejarah panjang itu bukan sekadar catatan masa lalu, tetapi sumber nilai dan filosofi hidup dalam membangun masa depan Sumatera Selatan,” katanya.
Pada peringatan HUT ke-80 ini, Pemerintah Provinsi Sumsel mengusung tema “Sumsel Tangguh, Maju Lebih Cepat”. Herman Deru memaparkan berbagai capaian pembangunan daerah yang menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Sumsel pada tahun 2025 mencapai 5,35 persen dan menjadi yang tertinggi kedua di Pulau Sumatera. Sementara itu, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 9,85 persen, dengan kemiskinan ekstrem turun menjadi 0,76 persen atau lebih baik dibanding capaian nasional.
Selain itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sumsel pada tahun 2025 turun menjadi 3,59 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat menjadi 74,76 dengan status kategori tinggi selama tujuh tahun berturut-turut.
