ROIS Targetkan Masalah Sampah Tuntas Dalam Satu Tahun, Begini Skenarionya

Strategi pengelolaan sampah untuk menekan jumlah produksi sampah bertujuan agar beban di TPA dapat berkurang.

Strategi lainnya, dengan mengurangi sampah dari sumbernya. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran bank sampah. Sampah bisa dikelola menjadi barang bermanfaat yang bernilai ekonomis. Sampah diolah dari sumbernya, sehingga sampah yang sampai ke TPA hanya tersisa residu.

Baca Juga :  Forkopimda Prabumulih Cek Kesiapan Pos Pam dan Pos Yan untuk Pengamanan Mudik Lebaran 2026

Hilirisasi penanggulangan sampah ini, diharapkan kepada masyarakat supaya melakukan pemilahan antara sampah organik dan anorganik supaya memudahkan dalam memberikan harga.

Upaya pemilahan ini penting karena akan memudahkan upaya daur ulang. Sebab antara organik dan anorganik berbeda penanganannya.

Maka dari itu dengan menyediakan 2 buah tempat sampah baik organik dan anorganik itu lebih baik karena akan memudahkan dalam memberikan harga sampah yang akan dibeli.

Baca Juga :  Polda Jateng Klaim Arus Lebaran 2026 Terkendali: Belasan Persen Pemudik Masih di Kampung Halaman

Untuk itu, pengelolaan sampah secara manual di tingkat RT dan kelurahan. Inisiatif ini tidak hanya memprioritaskan pengurangan jumlah sampah rumah tangga, tetapi juga bertujuan menjadikan setiap kelurahan sebagai model pendidikan berkelanjutan sekaligus contoh nyata dalam menerapkan konsep zero waste.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *