“Dulu memang diselesaikan secara kekeluargaan, tetapi sekarang situasinya berbeda. Kami ingin pelaku ditindak tegas,” tambahnya.
Psikolog anak dan pengamat pendidikan, Dr. Mira Lestari, menyatakan bahwa kasus pelecehan di sekolah sering kali berulang karena kurangnya langkah preventif dan sanksi tegas terhadap pelaku.
“Pelecehan terhadap anak tidak bisa diselesaikan hanya dengan perdamaian. Korban memerlukan pemulihan psikologis, dan pelaku harus dihukum agar tidak mengulangi perbuatannya,” jelas Dr. Mira.
Ia juga menyoroti perlunya pengawasan ketat terhadap tenaga pendidik. “Guru adalah figur yang dipercaya oleh siswa dan orang tua. Jika ada indikasi penyimpangan, harus segera ditindak sebelum korban bertambah,” tegasnya.
Kasus ini meninggalkan trauma mendalam bagi para korban dan keluarga mereka. Orang tua merasa khawatir untuk melepas anak-anak mereka ke sekolah, yang seharusnya menjadi tempat belajar dan berkembang dengan aman.
Salah satu korban, seorang siswa kelas 5, mengaku takut untuk kembali ke sekolah. “Saya tidak mau ke sekolah lagi, takut ketemu sama guru itu,” ujar korban sambil menangis.
