Namun, MA Yogyakarta terpaksa ditutup sementara pada 1950 usai meluluskan dua angkatan karena alasan teknis. Para taruna angkatan ketiga menyelesaikan pendidikannya di Akademi Militer Kerahaan (KMA) Breda, Belanda.
Pada masa itu, berdirilah Sekolah Perwira Darurat di berbagai tempat. Di antaranya, Malang, Mojoagung, Salatiga, Tangerang, Palembang, Bukit Tinggi, Brastagi, dan Prapat.
Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan TNI Angkatan Darat. Sejalan dengan itu, di Bandung, berdiri Sekolah Perwira Genie Angkatan Darat (SPGi AD) pada 1 Januari 1951.
Hingga kemudian, namanya berubah jadi Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) pada 23 September 1956. Pada 13 Januari 1951, Pusat Pendidikan Perwira Angkatan Darat (P3AD) juga didirikan di Bandung.
Karena ada banyak sekolah perwira TNI AD di Indonesia, membuat Menteri Pertahanan mendirikan Akademi Militer Nasional (AMN). Hal ini sesuai pada rapat sidang parlemen 1952.
Saat itu, Presiden RI Ir Soekarno selaku Panglima Tertinggi Angkatan Perang RI akhirnya meresmikan pembukaan AMN. Peresmian ini terjadi pada 11 Nopember 1957 pukul 11.00 WIB.
