Hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Penyuluh BPP Batumarta I, Ir. Yuni Tawatina, Kanit Binmas Polsek Baturaja Timur Aiptu Iwansyah, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sepancar Aiptu MGS Heriyanto, serta jajaran PPL wilayah Baturaja Timur.
Tantangan di Tingkat Petani
Meski potensi lahan jagung di Baturaja Timur mencapai 62 hektare, Ir. Yuni Tawatina mengungkapkan adanya beberapa kendala di lapangan. Salah satu tantangan utama adalah keengganan sebagian petani untuk menjual hasil panen ke Bulog.
“Beberapa faktor pemicunya antara lain syarat administrasi yang dinilai rumit, harga beli yang terkadang di bawah harga pasar, serta kebutuhan akan penanganan pasca-panen yang lebih optimal,” jelas Yuni.
Kondisi Riil Wilayah
Dalam sesi diskusi, beberapa PPL memaparkan dinamika yang terjadi di wilayah binaan masing-masing:
Kelurahan Sepancar Lawang Kulon: Memiliki potensi lahan sekitar 31 hektare. PPL setempat menekankan perlunya bantuan alat pengering jagung untuk menekan biaya operasional petani.
Kemelak Bindung Langit: Sebagian besar lahan jagung berada di kawasan Omiba, dengan area terbatas di belakang Kantor Pemda OKU.
