Untuk memaksimalkan penerimaan dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumsel memperkuat upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemanfaatan teknologi dan pelayanan jemput bola. Upaya tersebut dilakukan melalui Aplikasi Signal, Aplikasi Siguntang, serta program Samsat Menyapa.
“Pemerintah Provinsi Sumsel akan melakukan optimalisasi PAD dan efisiensi belanja. Penyesuaian dilakukan dengan tetap memprioritaskan pelayanan dasar dan program yang menyentuh masyarakat. Belanja yang dikurangi adalah yang dapat ditunda atau nonprioritas, bukan pelayanan publik,” tegas Cik Ujang.
Menanggapi apresiasi Fraksi Partai Gerindra atas capaian Sumsel yang meraih peringkat ketujuh nasional dan posisi kedua di Sumatera dalam kualitas pembangunan infrastruktur, Wagub menegaskan bahwa pembangunan ke depan akan difokuskan pada wilayah yang masih sangat membutuhkan.
Pembangunan dan perluasan infrastruktur di kawasan terpencil serta tertinggal akan menjadi prioritas, dengan tetap mengedepankan efektivitas, kualitas, dan skala prioritas.
