Saat dikonfirmasi awak media, Porwadi sebagai ayah Najwa mengemukakan, “Keinginan Saya supaya anak Saya bisa buang air besar dengan lancar tanpa bantuan Microlax, karena anak Saya semakin tambah umur melihat Microlax sudah trauma, dan pipisnya bisa lancar dan normal, ” ujarnya, Jum’at (18/10/2024).
Sebagai orang tua, Porwadi yang bekerja sebagai jasa semprot finishing mebel furniture dari gudang yang satu ke gudang yang lain merasa sangat keberatan untuk bisa membeli Microlax dan Pampers setiap saat. Pasalnya, ketergantungan pada obat Microlax dan Pampers itu sangat dibutuhkan setiap saat.
Ia menambahkan, “Harapan Saya bisa tumbuh dan bisa berjalan seperti anak-anak yang lainnya. Karena kondisi anak Saya saat ini belum bisa berjalan, karena kakinya kecil dan lemas, ” imbuhnya.
Lanjutnya, “Oya, dulu sampai sekarang keluar masuk rumah sakit Kartini Jepara, sudah pernah mendapat rujukan di suruh ke rumah sakit Kariadi Semarang, karna kendala masalah dana sampai sekarang belum bisa terwujud, harapan saya semoga anak saya bisa mendapatkan bantuan Amiin, ” pungkasnya.***
(sus)
