Maidar menambahkan, laporan WHO (World Health Organization) menunjukkan bahwa sekitar 1,6 juta orang di seluruh dunia jatuh sakit setiap harinya akibat mengonsumsi pangan yang tidak aman. Konsumsi pangan yang terkontaminasi dapat menyebabkan lebih dari 200 jenis penyakit. Oleh karena itu, keamanan pangan menjadi prioritas penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dan keberlanjutan bisnis produsen pangan.
Lampung Barat, yang dikenal sebagai penghasil produk pangan segar, tidak lepas dari berbagai tantangan terkait keamanan pangan. Maidar menjelaskan bahwa masih ditemukan produk pangan segar yang tercemar oleh bahan berbahaya seperti cemaran biologis (virus, bakteri, protozoa, parasit), cemaran kimia (toksin, pestisida, logam berat), hingga cemaran fisik (serpihan kaca, kayu, plastik, dan logam). Ancaman ini dapat berpotensi mengganggu kesehatan konsumen dan menurunkan kualitas produk pangan.
“Cemaran pangan ini merupakan tantangan serius yang harus ditangani secara terpadu oleh pemerintah, produsen, hingga konsumen. Untuk itu, pengawasan ketat di setiap tahap produksi, distribusi, hingga konsumsi sangat diperlukan,” tambahnya.
